Mempelajari
perubahan variabel terikat perubahan variabel bebasnya, di mana
perubahan variabel bebasnya erupakan perubahan yang sangat kecil sekali.
Juga dipelajari perbandingan antara perubahan variabel terikat tersebut
dengan perubahan variabel bebasnya yang disebut “kuosien Difference”.
Juga dipelajari kaidah-kaidah Diferensial serta jenis-jenis diferensial
yang terdiri atas Diferensial Biasa, Diferensial Parsial, dan
Diferensial berantai.
Tutjuan Khusus
1. Mempelajari
penerapan Diferensial Biasa seperti mencari laju pertumbuhan, fungsi
arjinal, menghitung elastisitas dan enghitung optiasi, seperti maksimasi
pendapatan atau miniasi biaya.
2. Mepelajari
Penerapan Diferensial Parsial, seperti enghitung Price Elasticity of
Deand, Cross Elasticity of Demand, dan Income Elasticity of Demand.
Menghitung Optimasi untuk dua variabel serta mmencari Marginal Rate of
Technical Substitusi.
3. Mempelajari
Penerapan Diferensial Berantai seperti dalam fungsi produksi menghitung
Marginal Physical Product of Capital, Marginal Physical Product of
Labor, arginal Revenue Product of Capital dan Marginal Revenue Product
of Labor.
PENERAPAN TEORI DIFERENSIAL
DALAM BISNIS DAN EKONOMI
B. PERAPAN DALAM BISNIS DAN EKONOMI
Penerapan Teori Diferensial Biasa
Teori Diferensial biasa diterapkan dalam berbagai masalah diantaranya untuk mencari :
I. Laju Pertumbuhan
II. Optimasi (Nilai Maksimum dan Minimum)
III. Elastis titik: Analisis Fungsi dan Grafis.
1. Laju Pertumbuhan (Fungsi Marginal)
Fungsi
Marginal merupakan turunan pertama dari fungsi-fungsi total yang
merupakan fungsi ekonomi. Fungsi Marginal menggambarkan laju pertumbuhan
suatu variabel terikat akibat perubahan variabel bebasnya. Secara umum
jika diberikan fungsi total sebagai berikut: y = f (x), maka
diperolehlah fungsi Marginalnya dy/dx : laju perubahan y akibat
perubahan x sebanyak 1 unit. Lebih jauh lagi :
Jika
fungsi marginal itu hasilnya positif, dikatakan perubahan searah;
artinya jika x bertambah 1 unit maka y akan bertambah pula atau
sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan berkurang pula.
Jika
fungsi marginal hasilnya negatif, maka dikatakan perubahannya tidak
searah, yang artinya jika x bertambah 1 unit, maka y berkurang atau
sebaliknya jika x berkurang 1 unit maka y akan bertambah.
Contoh soal : Marginal Pendapatan (Marginal Revenue)
1. Fungsi permintan
diberikan P = 3Q+27, di mana P: Price (harga) dan Q:
Output.Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan
berapa nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 10
output, serta terangkan artinya.
Jawab : fungsi total pendapatan (Total Revenue)
R = P.Q
R = (3Q+27).Q
R = 3Q2+27Q
Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue)
MR = dR/dQ = 6Q + 27
Jika perusahan berproduksi pada tingkat output Q = 10 , maka
MR = dR/dQ = 6Q + 27 = 6(10) + 27 = 60 +27 = 87
Artinya
: untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan
menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 87, sebaliknya untuk
setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan banyak
menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 87
2. Fungsi Permintaan diberikan Q = 6 - 5P, dimana P: Price (harga) dan Q: Penjualan.
Bagaimanakah
Fungsi marginal pendapatanya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai
marginal pendapatanya jika perusahaan memproduksi baru 1 penjualan
,serta terangkan artinya.
Jawab:
Karena fungsi permintaanya Q = 6 - 5P, dimana harus diubah dahulu menjadi
P = 6/5 –1/5Q
Barulah mencari fungsi total pendapatan (Total Revenue):
R = P.Q
R = (6/5 – 1/5Q) Q R = 6/5Q-1/5Q2
Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue):
MR = dR/dQ = 6/5 - 2/5Q
Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 1, maka
MR= dR/dQ = 6/5 - 2/5.(1) = 6/5 - 2/5 = 4/5
artinya
:untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan
menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 4/5,sebaliknya untuk
setiap penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan
menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 4/5, sebaliknya untuk
setiap penurunan
3. Fungsi Pendapatan Rata-rata (Average Revenue) diberikan AR = 80 – 4 Q
Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 7 output, serta terangkan artinya.
Jawab:
Fungsi total pendapatan ( Total Revenue) :
R = AR . Q
R = (80 – 4 Q) Q
R = 80 Q – 4 Q2
Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) :
MR = dR/dQ = 80 - 8 Q
Jika perusahaan memproduksi pada tingkat output Q = 7, maka
MR = dR/dQ = 80 - 8(7) = 80 – 56 = 24
Artinya:
untuk setiap peningkatan output Q yang di jual sebanyak 1 unit akan
menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 24, sebaliknya untuk
setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan
menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 24.
4.Fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan AR = 30. e Q/2
Bagaimanakah fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal pendapatannya jika perusahaan memproduksi 2 penjualan, serta terangkan artinya.
Jawab :
Funsi total pendapatan (Total Revenue) :
R=AR.Q
R=(30.e Q/2)Q
R=30Q.e Q/2
Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue) :
Dengan mengambil U = 30 Q. Sehingga U’=30
Dan V = e Q/2 Sehingga V’=1/2.e Q/2
Maka MR= dR/dQ = U’ V+U V’
= 30.e Q/2+30 Q.1/2.e Q/2
= 30.e Q/2+15 Q. e Q/2
= e Q/2(30+15 Q)
Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 2
Maka MR = dR/dQ = e Q/2 ( 30+15 Q) = e 2/2 ( 30+15.2) = 60 e
Artinya
: untuk setiap peningkatan penjualan Q yang di jual 1 unit akan
menyebabkan adanya tambahan pendapatan sebesar 60 e, sebaliknya untuk
setiap penurunan penjualan Q yang di jual sebanyak 1 unit akan
menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 60 e.
Contoh soal: Marginal Biaya (Marginal Cost)
3. Fungsi Total Biaya suatu perusahaan dinyatakan sebagai berikut:
C = Q3 - 4Q2 + 10Q + 75
Bagaimanakah
fungsi marginal biayanya (Marginal cost) dan berapakah nilai marginal
biaya tersebut jika perusahaan memproduksi 2 penjualan, serta terangkan
arti.
Jawab:
Fungsi total biaya (total biaya):
C = Q3 - 4Q2 + 10Q + 75
Fungsi Marginal Biaya (marginal cost):
C’ = 3Q2 - 8Q + 10
Jika perusahaan berproduksi pada tingkat penjualan Q = 2, maka
MC = C’= 3Q2 - 8Q + 10 = 3(2)2 - 8(2) + 10 = 12 – 16 + 10 = 6
Artinya:
Untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan
menyebabkan adanya tambahan biaya sebesar 6, sebaliknya untuk setiap
penurunan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan
adanya pengurangan biaya sebesar 6.
Optimasi Satu Variabel
(Nilai Ekstrim Maksimum atau Minimum)
Dalam masalah optimasi, ada dua pertanyaan yang senantiasa diajukan. Misalkan untuk fungsi dengan satu variabel y= f (x), permasalahannya:
i. Berapakah x yang akan memberikan y optimum? Jika itu telah terjawab, maka pertanyaan selanjutnya baru bisa dijawab yaitu:
ii. Berapakah y yang optimum tersebut?
Untuk menjawab pertanyaan pertama, langkah-langkahnya dijelaskan dibawah ini:
Untuk fungsi yang mengandung satu variabel y= f(x)
![]() |
Contoh: memaksimasi total pendapatan (total revenue)
1. Harga jual barang P = - 2Q + 16, tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum.
Jawab:
Fungsi total pendapatan:
P = - 2Q + 16
R = P.Q = (- 2Q + 16) Q
R = - 2Q2 + 16Q
Langkah pertama mencari turunan pertama fungsi total pendapatan kemudian dibuat = 0
R’ = - 4Q + 16 = 0
4Q = 16
Q = 4
Agar
dijamin bahwa jika menjual sebanyak Q = 4 maka akan diperoleh total
pendapatan maksimum, maka lakukanlah langkah kedua yaitu mencari turunan
kedua fungsi total pendapatan:
R” = - 4
Ternyata R” = - 4 < 0 sehingga diperoleh nilai maksimum
Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum yaitu sebanyak 4.
Total pendapatan maksimumnya:
R = - 2Q2 + 16Q
R = - 2(4)2 + 16(4)
R = 32
Jadi ketika menjual produk sebanyak 4, maka akan diperoleh total pendapatan maksimum sebesar 32.
Contoh soal: Memaksimasi Marginal Pendapatan (marginal revenue)
2. Harga
jual barang P = 16 - 2Q, tentukan berapa output yang harus diproduksi
dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum. Berapakah
marginal pendapatan maksimum tersebut?
Jawab:
Fungsi permintaan: P = 16 - 2Q
Fungsi total pendapatan: R = P.Q = (16 - 2Q) Q
= 16Q – 2Q2
Fungsi marginal pendapatan: MR = 16Q - 2Q2
Turunan pertama: MR’ = 16 - 4Q = 0
16 = 4Q
Q = 4
Turunan kedua: MR” = - 4 < 0
Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum sebanyak 4.
Marginal pendapatan maksimumnya: MR = 16Q - 2Q2
= 16(4) - 2(4)2
= 48
contoh soal: Meminimumkan Total Biaya (Total Cost)
3. Biaya total dinyatakan dengan C(Cost) = 5Q2 - 1000Q + 85000
Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan total biaya minimum?
Berapakah total biaya minimum tersebut?
Jawab:
C = 5Q2 - 1000Q + 85000
C’= 10Q – 1000 = 0
10Q = 1000
Q = 100
C” = 10 > 0
Jadi total biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 100 unit.
Total biaya minimumnya sebesar:
C = 5Q2 - 1000Q + 85000
C = 5(100)2 - 1000(100) + 85000
C = 35000
Jadi total biaya minimumnya sebesar: 35000
Contoh soal: Meminimasi Marginal Biaya (Marginal Cost)
4. Biaya total dinyatakan dengan C (Cost) = Q3 -90Q2 + 2800Q + 56500
Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan marginal biaya minimum?
Berapakah marginal biaya minimum tersebut?
Jawab:
Fungsi total biaya: C = Q3 - 90Q2 + 2800Q + 56500
Fungsi marginal biaya: MC = 3Q2 - 180Q + 2800
Turunan pertama: MC’= 6Q – 180 = 0
6Q = 180
Q = 30
Turunan kedua: MR” = 6 > 0
Jadi output yang harus diproduksi agar diperoleh marginal biaya minimum sebanyak 30.
Marginal biaya minimum: MC = 3Q2 - 180Q + 2800
= 3(30)2 - 180(30) + 2800
= 100
Jadi marginal biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 30 unit:100
Contoh soal : Memaksimasi laba / keuntungan / provit
5. Di berikan fungsi permintaan dan fungsi biaya masing-masing sebagai berikut:
P = 1000 - 2Q Dan C = Q3 - 59Q2 + 1315Q + 2000
Berapakah produk yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh laba yang maksimum ? Berapakah laba maksimum tersebut ?
Jawab:
Fungsi pendapatan: R = P.Q
R = (1000 - 2Q).Q
R = 1000 Q - 2 Q2
Fungsi biaya: C = Q3 - 59Q2 +1315Q + 2000
Fungsi laba: Laba = Pendapatan – biaya
Laba = (1000Q - 2Q2) - (Q3 - 59Q2 + 1315Q + 2000)
Laba = - Q3 + 57Q2 - 315Q - 2000
Turunan pertama: Laba = -3Q2 + 114Q - 315
= Q2 - 38Q + 105
= (Q - 3) (Q - 35) = 0
Q1 = 3 Dan Q2 = 35
Turunan kedua: Laba” = - 6Q + 114
Untuk Q1 = 3, maka turunan ke dua = - 6(3) + 114 = 96 > 0
Berarti jika di produksi output sebanyak 3, maka labanya akan minimum.
Untuk Q2 = 35, maka turunan ke dua = - 6(35) + 114 = - 96 < 0
Berarti jika di produksi output sebanyak 35, maka labanya akan maksimum.
Laba maksimum nya sebesar :
Laba = - Q3 + 57Q2 - 315Q - 2000
= - (35)3 + 57(35)2 - 315(35) - 2000
= 13925
Jadi dengan memproduksi dan menjual output sebanyak 35 akan di peroleh laba maksimum sebanyak : 13925
Contoh soal: Memaksimasi Penerimaan Pajak
Salah
satu sumber penerimaan pemerintah adalah dengan penarikan pajak,
misalnya pajak penjualan yang di kenakan pemerintah terhadap setiap unit
yang di produksi dan di jual oleh pengusaha. Pemerintah berupaya untuk
memaksimumkan penerimaan pajak tersebut. Untuk itu pemerintah harus
menentukan berapa tarif pajak yang akan di berlakukannya sehingga akan
di peroleh pajak maksimum. Total pajak yang akan di terima perintah : T =
t. Q* di mana t: tarif pajak yang di kenakan pemerintah dan Q*=
Jumlah output yang di produksi dan di jual pengusaha sehingga di peroleh
laba maksimum, yang telah mempertimbangkan biaya pajak.
Dari sudut pandang pengusaha setelah ada pengenaan pajak dari pemerintah:
Laba = pendapatan – (biaya + pajak)
= R – (C+T), R: Pendapatan
= R – C – T C: Biaya
= R – C – t Q T: Pajak
Q :Tingkat output yang di produksi dan di jual oleh pengusaha, yang memberikan laba maksimum setelah mempertimbangkan adanya pajak penjualan dan pemerintah.
6. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut :
R = 15Q - 2Q2 Dan C = 3Q
Berapakah
tarif pajak yang sebaiknya di kenakan pemerintah kepada pengusaha agar
pemerintah memperoleh total pajak maksimum ? Berapakah total pajak
maksimum yang di peroleh ?
Jawab:
Dari sudut pandang pengusaha:
Laba = R – C – t Q
= 15 Q – 2 Q2 – 3Q – t Q
= -2 Q2 + 12Q – t Q
Turunan pertama: Laba’ = - 4Q + 12 – t = 0
12 – t = 2Q
2Q = 12 - t
Q* = 12 - t
4
Q* = b – ¼ t
Turunan ke dua: Laba = - 4 < 0
Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 3 – ¼ t, pengusaha akan memperoleh laba maksimum.
Dari sudut pandang pemerintah:
Pajak: T =t (3 – ¼ t)
=3t – 1/4 t2
Turunan pertama: T1 = 3 – ½ t = 0
T = 6
Turunan ke dua : T” = -½
Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: 6
Karena Q* = 3 ¼ t = 3 – 6/4 (6) = 3 – 1,5 = 1,5
Maka total pajak maksimum: T = t . Q* = 1,5 = 9
Jadi total pajak yang yang di terima pemerintah sebesar: 9
Contoh soal:
7. Fungsi penerimaan dan fungsi biaya suatu produk di nyatakan sebagai berikut:
R = 360 Q – 10,5 Q2 Dan C = 100 Q – 4 Q2
Berapakah produk harus di buat dan di jual perusahaan agar di peroleh laba maksimum?
Berapakah laba maksimum tersebut?
Jika
pemerintah ingin memperoleh pajak penjualan yang maksimum, berapakah
tarif pajak yang harus di kenakan pemerintah kepada perusahaan tersebut?
Berapakah total pajak maksimum yang di dapat pemerintah?
Berapakah laba maksimum yang di terima perusahaan setelah di kenakan pajak ?
Jawab:
Dari sudut pandang pengusaha:
Laba = R – C – t Q
= 360 Q – 10,5 Q2 – (100 Q – 4 Q2) – t Q
= 360 Q – 10,5 Q2 – 100 Q + 4 Q2 – t Q
= 260 Q – 6,5 Q2 – t Q
Turunan pertama: Laba’ = 260 – 13 Q – t = 0
260 – t = 13 Q
Q = 260 – t
13
Q*= 20 – 1 t
13
Turunan ke dua : Laba’’ = - 13 < 0
Jadi dengan memproduksi sebanyak Q* = 20 – 1/ 13 t, pengusaha akan memperoleh laba maksimum.
Dari sudut pandang pemerintah:
Pajak: T = t Q*
= t (20 – 1/13 t)
= 20 t – 1/3 t 2
Turunan pertama : T’ = 20 – 2/13 t = 0
20 = 2/13 t
t = 130
Turunan ke dua : T’’ = - 2/13
Jadi taruf pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar : 130
Karena Q2 = 20 – 1 t
13
= 20 – 1 (130)
13
= 20 – 10
= 10
Maka
Total pajak maksimum:
T = t . Q*
= 130 . 10
= 1300
Jadi total pajak yang di terima pemerintah sebesar 1300.
Laba maksimum yang di terima oleh pemerintah besarnya:
Laba = 260 Q – 6,5Q2 – t Q
= 260 (10) – 6,5(10)2 – (130)(10)
= 2600 – 65 – 1300
= 1235
Jadi pemerintah menerima laba maksimum sebesar 1235
Contoh soal : Meminimasi Total Biaya Persediaan
Dalam
hal persediaan, manajemen perusahaan senantiasa di perhadapkan kepada
permasalahan yaitu jika jumlah persediaan bahan mentah maupun persediaan
barang jadi di perhitungkan banyak, hal itu berarti menimbulkan biaya
penyimpanan. Akan tetapi, sebaliknya jika persediaan bahan mentah di
perhitungkan sedikit saja, maka akan ada resiko yaitu menimbulkan
hambatan dalam proses produksi. Demikian pula jika persediaan barang
jadi di perhitungkan sedikit maka akanmenimbulkan keluhan pada konsumen
akibat kelangkaan barang (permasalahan dalam pemasaran). Jika kelangkaan
barang tersebut terjadi berlarut-larut, maka pada akhirnya para
konsumen akan mencoba untuk menutup kebutuhannya dengan cara melirik
produk dari pesaing. Hal tersebut kemudian berdampak dapat mengakibatkan
perusahaan yang bersangkutan kehilangan pelanggan, kehilangan pangsa
pasarnya. Perusahaan tersebut, untuk kemudian akan sangat sulit jika
berusaha untuk mencoba mengembalikan pangsa pasarnya kembali karena
berhubungan dengan kepercayaan pelanggan serta di butuhkan investasi
yang sangat besar misalkan untuk biaya pemasarannya (periklanannya)
Biaya- biaya yang ada hubungan dengan masalah persediaan, di antaranya:
1. biaya pemesanan,
2. biaya penyimpanan,
3. biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan sehingga menghambat proses produksi atau pemasaran.
Model
yang akan di bahas dalam buku ini yaitu: model pengendalian persediaan
dengan kedatangan berkala (batch arrival model). Model pengendalian
persediaan dengan kedatangan berkala dalam model ini di asumsikan bahwa :
1. Jumlah
kebutuhan barang, yang berarti jumlah pemesanan barang, dalam suatu
periode waktu tertentu di ketahui jumlahnya tetap dari tiap-tiap periode
waktu.
2. biaya pemesanan tidak bergantung pada jumlah barang.
3. tidak terjadi kekurangan persediaan sehingga tidak ada biaya yang di timbulkan akibat kekurangan persediaan.
4. sub-periode kedatangan panjangnya tetap.
Pola kedatangan barang persediaan digambarkan seperti gambar berikut ini:
Persediaan ( Q )
![]() |
Q/2 Jumlah Rata-rata Persediaan
Waktu
D: kebutuhan jumlah barang per periode waktu yang kemudian dibagi sama besar menjadi beberapa kali pemesanan
Q: jumlah pemesanan per sub-periode waktu
C: biaya total persediaan
C: biaya pemesanan setiap kali memesan
C2: biaya penyimpanan per-periode waktu
Masalahnya
adalah berapa unit barang yang harus dipesan setiap kali pemesanan (Q)
agar biaya total persediaan (C) minimum. Untuk menjawab pertanyaan
tersebut, maka akan dihitung total biaya pemesanan dan total biaya
penyimpanan sebagai berikut:
Total biaya pemesanan:
Misalakan
dibutuhkan 100 kg yang akan dipesan sebanyak 25 kg, maka D = 100 dan Q =
25 sehingga setiap periode waktu akan ada kedatangan akibat pemesanan
sebanyak D/Q dengan biaya total pemesanan: (D/Q) C1.
Total biaya penyimpanan:
Rata-rata sepanjang periode waktu terdapat Q/2 persediaan sehingga biaya total penyimpanan per periode waktu: (Q/2) C2
Jadi total biaya persediaan = total biaya pemesanan + total biaya penyimpanan
C =
C1 +
C2
Yang
menjadi permasalahan adalah berapakah jumlah unit atau barang yang
harus dipesan agar dapat diperoleh total biaya persediaan yang minimum?
Untuk menjawab permasalahan tersebut, perlu dicari: jumlah produk yang
harus dipesan setiap kali pemesanan sehingga diperoleh total biaya
persediaan yang minimum:
Total biaya persediaan: C =
C1 +
C2
= D.Q1 . C1.
C2
Turunan pertama: C′ = D.C1.(-1) .Q-2 + ½ C2 = 0
–D.C1 + ½ C2 = 0
Q2
½ C2 = –D.C1
Q2
Q2 = –D.C1
½ C2
Q =
Turunan kedua: C” = 2D.C1 > 0 menjamin biaya persediaan minimum. Q3
Contoh soal:
8. seorang
penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 100 kg setiap
bulan. Biaya pemesanan setiap kali memesan sebesar Rp. 2500
per-pemesanan, sedangkan biaya penyimpanannya Rp. 50 per-minggu.
Berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan?
Berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan?
Berapakah total biaya persediaan minimumnya?
Jawab:
Jika diketahui bahwa:
D : Jumlah total pemesanan per-bulan:100 kg
C1: Biaya pemesanan: Rp. 2500
C2: Biaya penyimpanan: Rp. 50 per-minggu = Rp 200 per-bulan.
Jumlah yang harus dipesan:
Q =
Q = 
Q = 50
Jadi
setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 50 kg. Dalam waktu satu bulan
dilakukan pemesanan sebanyak: D/Q = 100/50 =2 kali pemesanan.
Total biaya persediaan: C =
C1 +
C2
C =
2500 +
200
C = 10.000
Jadi total biaya persediaan minimum : Rp 10.000
Elastisitas Titik: Analisis Fungsi dan Grafis.
Elastisitas mengukur derajat kepekaan variabel terikat akibat adanya perubahan variabel bebasnya.
Misal: y = f(x), maka seberapa jauh perubahan y akibat perubahab x di sebut ‘elastisitas y terhadap x’. Di tulis Eyx.
Analisis fungsi
Untuk menghitung besarnya elastisitas terhadap x, jika diketahui fungsinya, digunakan
Rumus: Eyx = y/y atau Eyx = y/ x
x/x y/x
untuk perubahan yang kecil rumusnya menjadi : Eyx=dy/dx
y/x
contoh soal: Elastisitas Permintaan
1. Diberikan fungsi permintaan sebagai berikut: Qd = 8 - 0,5 P
Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4, P2 = 8, dan P3 = 12
Jawab:
Untuk titik P1 = 4 maka Qd = 8 - 0,5(4) = 8 – 2 = 6
Jadi EQDP1 = 4 = dQd/dP1= -0,5 = -0,5 . 4 = -1
Qd / P1 6/4 6 3
Besar elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah -1/3
Jenis elastisitas permintaan dititik P1 = 4 adalah
=1/3 <1 (INELASTIS)
Untuk titik P2 = 8 maka Qd = 8 - 0,5(8) = 8 – 4 = 4
Jadi EQDP2 = 8 = dQd/dP2 = -0,5 = -0,5.8 = -1
Qd/P1 4/8 4
Besar elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah -1
Jenis elastisitas permintaan dititik P2 = 8 adalah
= 1 (UNITARY ELASTIS)
Untuk titik P3 = 12 maka Qd = 8 - 0,5(12) = 8 – 6 = 2
Jadi EqdP3 =12 = dQd/dP3 = -0,5 = -0,5.12 = -3
Qd/P3 2/12 2
Besar elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah -3
Jenis elastisitas permintaan dititik P3 = 12 adalah
E = -3 = 3 > 1 (ELASTIS)
Analisa Grafis: Elastisitas permintaan
Contoh soal:
4. Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan:
Qd = 8 – 0,5 P, Grafik fungsinya:
Qd EQDP1=4 =
EQDP2=8 =
=
= 1
EQDP3=12 =
=
= 3
P
Contoh soal: Elastisitas penawaran
5. Di berikan fungsi penawaran sebagai berikut: Qs = 6 + 2P
Hitunglah besar dan jenis elastisitas pada titik P1 = 4, P2 = 8, Dan P3 = 12
Jawab:
Untuk titik P1 = 4 Maka Qs = 6 + 2(4) = 6 + 8 = 14
Jadi E QdP1 = 4 = dQs/Dp1= + 2 = + 2 . 4 = 8 = 4
Qs/P1 14/4 14 14 7
Besar elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah 7
Jenis elastisitas permintaan di titik P1 = 4 adalah E = +4/14 = 7 < 1 (INELASTIS)
Untuk titik P2 = 8 maka Qs = + 2 (8) = 6 + 16 = 22
Jadi E QdP2 = 8 = dQs/Dp2 = + 2 = + 2 . 8 = 16 = 8
Qs/P2 22/8 22 22 11
Besar elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah 8/11
Jenis elastisitas permintaan di titik P2 = 8 adalah E = 8/11 < 1 (INELASTIS)
Untuk titik P3 = 12 maka Qs = 6 + 2 (12) = 6 + 24 = 30
Jadi E QdP3 = 12 = dQs/dP3 = + 2 = + 2 . 12 = 24 = 4
Qs/P3 30/12 30 30 5
Besar elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah = 4/5
Jenis elastisitas permintaan di titik P3 = 12 adalah E = + 4/5 = 4/5 < 1 (INELASTIS)
Analisis Grafis: Elastisitas Penawaran
Contoh soal :
6. Untuk contoh soal di atas di mana fungsi permintaan: Qd = 6 + 2P, grafik fungsinya:
|
30
22
14
6
4 8 12 P
Penerapan Teori Diferensial Berantai
Teori diferensial berantai di terapkan dalam masalah produksi di antaranya untuk mencari:
I. Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)*
II. Marginal Revenue Product Of Capital (MRP C)*
Contoh Soal: Marginal Revanue Product Of Labour (MRPL)
1. Fungsi pendapatan dari suatu pabrik di berikan sebagai berikut:
R = - Q2 = 140 Q + 5 DI Mana Q adalah produksi, sedangkan fungsi produksinya Q = 4 L.
Jika jumlah tenaga kerja yang ada 10 orang:
n Berapakah ‘Marginal Physical Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya!
n Berapakah ‘Marginal Revenue Product Of Labour (MRP L)’ Dan jelaskan artinya!
Jawab:
Fungsi Produksi: Q = 4 L Sehingga
Marginal Physical product of labour (MRP L):
= 4
Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang,
# untuk
setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan
penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit; sebaliknya
# untuk
setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan
pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 4 unit
Fungsi pendapatan: R = - Q2 + 140Q + 5
´Marginal Revenue:
= - 2Q + 140
Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL):
=
. 
Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRPL) = - 8Q + 560
=- 8 (4L) + 560
= - 32 L + 560
Untuk tenaga kerja sebanyak 10 orang, maka MRPL = -32(10) + 560
= -320 + 560
= 240
Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 10 orang,
# untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 240; sebaliknya
# untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 240
contoh soal: marginal revenue product of capital (MRPC)
2. Fungsi pendapatan dari suatu pabrik diberikan sebagai berikut: R = - 3000Q2 + 410000Q + 7 di mana Q adalah produksi, sedangkan fungsi produksinya Q = 3C. Jika kapital yang dimiliki 1000:
· Berapakah ‘Marginal Physical Product of Capital (MPPC)´ dan jelaskan artinya!
· Berapakah Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)´ dan jelaskan artinya!
Jawab:
Fungsi produksi: Q = 3C sehingga
Marginal Physical Product of capital (MRPC): Dq = 3dC
Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000,
# untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit; sebaliknya
# untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 3 unit.
Fungsi pendapatan: R = -3000Q2 + 410000Q + 7 maka
Marginal revenue:
= -6000Q + 410000
Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC):
=
. 
Jadi marginal revenue product of capital (MRPL)
= -18000Q+1230000000
= -18000(3C)+1230000000
= -54000C+1230000000
Untuk kapital sebanyak 1000 maka MRPL
= -54000C+1230000000
= -54000(1000)+1230000000
= -54000000+1230000000
= 1176000000
Artinya: Pada tingkat kapital sebanyak 1000, maka
# untuk setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1176000000 sebaliknya
# untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1176000000
Penerapan Teori Diferensial Parsial
Teori Diferensial Parsial diterapkan dalam berbagai masalah di antaranya untuk mencari:
I. Elastisitas Parsial
II. Optimasi 2 variabel:
Maksimasi pendapatan
Minimasi biaya
Maksimasi laba/keuntungan
III. Mencari marginal rate technical substitution(MRTS)
Elastisitas Persial
Fungsi
permintaan suatu barang tentu di tentukan oleh harga barang itu
sendiri. Akan tetapi, juga ternyata di tentukan oleh harga barang lain
tersebut merupakan barang substitusinya atau barang komplementernya. Di
samping itu juga di tentuka oleh pendapatan. Misalnya ada dua barang
yaitu barang 1 dan barang 2. fungsi permintaannya masing-masing dapat di
tuliskan sebagai berikut:
Qd1 = f (P1,P2,Y) Dan Qd2 = f (P1,P2,Y)
Fungsi permintaan barang 1 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P1), harga barang lain (P2), dan pendapatan (Y). Demikian pula dengan fungsi permintaan barang 2 di pengaruhi oleh harga barangnya sendiri (P2), harga barang lain (P1), dan besarnya pendapatan (Y).
Price elastisity of demand
Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barangnya sendiri, yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1), akibat perubahan harga barangnya (P1) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barangnya (P2):
Jadi E QdP1 =
dan E QdP2 =
Cross Elasticity of demand
Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan harga barang lain, yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan harga barang lain (P2) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan harga barang lain (P1):
Jadi E QdP1 =
dan EQdp2 =
Income Elasticity of Demand
Mencari kepekaan fungsi permintaan terhadap perubahan pendapatan:
Yaitu: kepekaan fungsi permintaan barang 1 (Qd1) akibat perubahan pendapatan (Y) maupun kepekaan fungsi permintaan barang 2 (Qd2) akibat perubahan pendapatan (Y);
Jadi E QdP1 =
dan E QdP2 = 
Hubungan antar-komoditi:
# jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand positif, maka hubungan antar komoditi adalah substitusi; sedangkan
# jika hasil dari perhitungan cross elasticity of demand negatif, maka hubungan antar komoditi adalah komplementer.
Contoh soal:
1. Qdr = 2Pj - 30 Pr + 0,05 Y
Untuk Pj = 3000, Pr = 100, dan Y = 30000
Carilah: - Price Elasticity of Demand
- Cross Elasticity of Demand
- Income Elasticity of Demand
Bagaimanakah hubungan antara komoditi j dan r?
Jawab:
Price Elasticity of Demand:
E QdPr =
=
=
=
Cross Elasticity of Demand:
E QdPr =
Income Elasticity of Demand:
E QdPr =
Hubungan antara komoditi r dan j:
Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif, maka hubungan antara komoditi r dan komoditi j adalah Subtitusi.
Optimasi Dua Variabel.
Fungsi yang mengandung 2 variabel misalnya dituliskan sebagai berikut:
Y=f(x1,x2)
Dalam setiap permasalahan optimasi, selalu memunculkan dua pertanyaan:
1. Berapakah x1 dan x2 yang akan memberikan Y optimum (maksimum atau minimum)
2. Berapakah Y optimumnya (maksimum atau minimum)
Untuk dapat menjawab pertanyaan pertama tersebut, maka diberikan langkah-langkahnya sebagai berikut:
Langkah-langkah
dalam tabel tersebut membantu untuk memperoleh X1 dan X2 yang pasti
akan menjamin bahwa Y optimal, jadi ke tiga langkah tersebut di atas
hanyalah untuk menjawab pertanyaan pertama saja. Belum di peroleh berapa
besar Y yang optimal tersebut. Untuk mendapatkan nilai Y yang optimal
maka nilai X1 dan X2 harus di masukan dalam persamaan Y tersebut.untuk
memberikan penjelasan yang lebih jelas, maka di bawah ini di berikan
tiga contoh yang merupakan permasalahan optimal dua variabel, yaitu:
maksimasi pendapatan, minimasi biaya, maksimasi laba.
Contoh soal: Maksimasi pendapatan
1. Di berikan fungsi pendapatan : R = 160 Q1 – 3 Q12 – 2 Q1 Q2 – 2Q22 + 120 Q2 –180
Berapakah
jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi dan di jual
sehingga dapat di peroleh pendapatan maksimum? Berapakah pendapatan
maksimumnya?
Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di jual :
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi pendapatan:
R1 = 160 – 6 Q1 – 2 Q2 = 0
R2 = 120 – 2 Q1 – 4 Q2 = 0
Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan:
Fungsinya menjadi: 6 Q1 – 2 Q2 = - 160
2 Q1 – 4 Q2 = - 120
Maka
Q1 =
=
=
=
= 20
=
Q2 =
=
=
=
= 20
=
Langkah ke dua adalah mencari turunan keduannya:
R11 = -6, R12 = -2, R21 = -2, R22 = -4
Matriks hessiannya: H = 
Matriks pertamanya : D1 =
< 0
Matriks keduannya : D2 = H = 
= (-6)(-4) – (-2)(-2)
= 24 – 4
= 20 > 0
karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin pendapatan maksimum.
Pendapatan maksimumnya: R = 160Q1 - 3Q12 - 2Q1Q2 - 2Q22 + 120Q2 – 180
R = 160(20) - 3(20)2 - 2(20)(20) -2(20)2 +120(20) – 180
R = 2620
Contoh soal: Minimasi biaya
2. di berikan fungsi biaya sebagai berikut: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180
Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus di produksi sehingga di peroleh biaya minimum? Berapakah biaya minimumnya?
Jawab: jumlah produk 1 dan 2 yang harus di produksi:
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya:
C1 = 16Q1 – 2Q2 – 40 = 0
C2 = -2Q1 + 12Q2 – 42 = 0
Untuk mencari Q1 dan Q2 menggunakan aturan determinan:
Fungsinya menjadi: 16Q1 – 2Q2 = 40
-2Q1 + 12Q2 = 42
Maka
Q1 =
=
=
=
= 3
=
Q2 =
=
=
=
= 2,12 = 2
=
Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya:
R11=16, R12 = -2, R21 = -2, R22 = 12
16 -2
Matriks Hessiannya: H =

Matriks pertamanya : D1 =
> 0
Matriks keduanya : D2 = H = 16 -2
=(16) (12) – (-2) (-2)
=192 – 4
=188 > 0
Karena D1 > 0 dan D2 > 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum.
Biaya minimumnya: C = 8Q12 + 6Q22 - 2Q1 Q2 - 40Q1 - 42Q2 + 180
C = 8(3)2 + 6(2)2 - 2(3) (2)- 40 (3)- 42 (2)+180
C = 60
Contoh soal: maksimasi laba / keuntungan
2. Diberikan fungsi pendapatan dan fungsi biaya sebagai berikut:
R = 12 Q1 + 8 Q2 dan C = 3 Q12 + 2 Q22
Berapakah
jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga
diperoleh laba maksimum? Berapakah laba maksimumnya?
Jawab:
Fungsi labanya:
Laba = R – C
= 12Q1`+ 8Q2 - ( 3 Q12 + 2 Q22)
= 12Q1 + 8Q2 - 3Q12 - 2Q22
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba:
Laba1 = 12 – 6 Q1 = 0, maka Q1 = 2
Laba2 = 8 – 4 Q2 = 0, maka Q2 = 2
Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya:
Laba11 = - 6, Laba12 = 0, Laba22 = - 4
Matriks Hessiannya: H = Laba 11 Laba 12 = -6 0
Laba 21 Laba 22 0 -4
Matriks pertamanya: D1 =
< 0
Matriks keduanya : D2 = H = - 6 0
=
-(0)(0)
= 24 – 0
= 24 > 0
Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum.
Pendapatan maksimumnya: Laba = 12 Q1+8 Q2-3Q12-2Q22
Laba = 12(2) +8(2)-3(2)2-2(2)2
Laba = 24+16-12-8
Laba = 20
7.3.1 Mencari Marginal Rate of Technical Substitution (MRTS)
Rumus: MRTS = 
Jika diketahui Fungsi Produksi Q=f(K,L), maka mencari MRTS-nya dengan
MRTS = 
Contoh soal:
1. Di berikan fungsi produksi sebagai berikut:
Q = 0,2K 0,5 + 0,8L 0,5, Di mana K = 160 dan L = 40
Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya!
Jawab:
MRTS = 
= 
= 
= 
MRTS = 
MRTS = 
MRTS = – 4 . 2
MRTS = – 8
2. Diberikan fungsi produksi sebagai berikut: Q = 96 K 0,3 L 0,7
K = 210 dan L = 70
Hitunglah MRTS-nya dan jelaskan artinya!
Jawab:
MRTS = 
= 
= 
= 
MRTS = 
MRTS = 
MRTS = – 7
PENYELESAIAN SOAL-SOAL
Fungsi marginal pendapatan (marginal revenue)
1. carilah fungsi marginal pendapatannya untuk fungsi P = 16 – Q
jawab:
fungsi permintaan: P = 16 – Q
fungsi pendapatan: R = P . Q
R = (16 – Q) . Q*
R = 16 Q – Q2
Maka fungsi marginal pendapatannya: MR = 16 – 2Q
Maksimasi total pendapatan (Total Revenue)
2. fungsi pendapatan rata-rata (Average Revenue) di berikan di bawah ini:
AR = 120 – 6 Q
# Pada tingkat output berapakah yang memberikan pendapatan maksimum?
# Berapakah pendapatan maksimum yang diperoleh?
# Gambarkan fungsi pendapatan rata-rata dan marginal pendapatan pada sebuah grafik!
Jawab:
Fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q
Fungsi pendapatan: TR = AR . Q
= (120 – 6Q) . Q
= 120 Q – 6 Q2
Turunan pertama fungsi pendapatan: TR′ = 120 – 12Q = 0
120 = 12Q
Q = 10
Turunan kedua fungsi pendapatan: TR″ = -12 < 0 menjamin pendapatan maksimum.
Jadi pada tingkat output Q = 10 menjamin pendapatan maksimum.
Pendapatan maksimum: TR maksimum = 120 Q – 6 Q2
R maksimum = 120(10) – 6(10)2
= 1200 – 600
= 600
jadi pendapatan maksimumnya diperoleh sebesar 600
fungsi pendapatan rata-rata: AR = 120 – 6 Q
fungsi marginal pendapatan: TR′= MR = 120 – 12 Q
maka grafik dari kedua fungsi tersebut di gambarkan sebagai berikut:
AR.MR
![]() |
120
AR = 120 - 6Q
MR =120 – 12Q
10 20 Q
Minimasi total biaya (Total Cost)
3. Total biaya suatu perusahaan dinyatakan dalam fungsi sebagai berikut:
TC = Q3 – 4Q2 + 4Q +4
# Pada output berapakah yang akan memberikan total biaya minimum?
# Berapakah total biaya minimumnya?
Jawab:
Fungsi total biaya: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4
Turunan pertama fungsi total biaya: TC’= 3Q2 – 8Q + 4 = 0
(3Q - 2)(Q - 2) = 0
3Q - 2 = 0, Q1 = 2/3
Q - 2 = 0, Q2 = 2
Turunan kedua fungsi total biaya: TC″= 6Q – 8
Untuk Q1 = 2/3 maka TC″= 6 (2/3) – 8 = - 4 < 0
Untuk Q2 = 2 maka TC″= 6 (2) – 8 = 4 > 0
Jadi output yang memberikan total biaya minimum adalah yang TC″>0, yaitu Q = 2.
Total biaya minimum: TC = Q3 – 4Q2 + 4Q + 4
TC = (2)3 – 4(2)2 + 4(2) + 4 = 4
Maksimasi penerimaan total pajak
4. Total pendapatan dan total biaya di berikan sebagai berikut:
P = - 5Q + 100 dan C = 5Q2 – 30Q
Berapakah
tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar
pemerintah memperoleh total pajak maksimum? Berapakah total pajak
maksimum yang diperoleh pemerintah?
Jawab:
Dari sudut pandang pengusaha:
Laba = P . Q – C – t Q
= -5Q + 100 – (5Q2-30Q) – tQ
= -5Q2 + 25Q – Tq + 100
Turunan pertama:
Laba′ = -10Q + 25 – t = 0
25 – t = 10Q
Q* = 25 – t
10
Q* = 2,5 – 1/10 t
Turunan kedua:
Laba″ = -10 < 0
Jadi dengan memproduksi Q* = 2,5 – 1/10 t, pengusaha memperoleh laba maksimum.
Jadi sudut pandang pemerintah:
Pajak: T = t Q*
= t (2,5 – 1/10 t)
= 2,5 t – 1/10 t 2
turunan pertama: T′ = 2,5 – 1/5 t = 0
2,5= 1/5 t
t = 12,5
turunan kedua: T″= -1/5 < 0
Jadi tarif pajak yang memberikan total pajak maksimum sebesar: t = 12,5
Karna Q* = 2,5 – 1/10 t = 2,5 – 1/10(12,5) = 2,5 – 1,25 = 1,25
Maka total pajak maksimum: T = t . Q* = 12,5 . 1,25 = 15,625
Jadi total pajak yang diterima pemerintah sebesar: 15,625
Minimasi total biaya persediaan
5. Seorang
penjaja kue kering memerlukan tepung terigu sebanyak 1440 kg tiap
bulan.biaya pemesanan tiap kali memesan sebesar Rp 6000 per pemesanan,
sedangkan biaya penyimpanannya Rp 300 per minggu.
# berapakah kg yang harus dipesan setiap kali memesan?
# berapa kali pemesanan harus dilakukan dalam satu bulan?
# berapakah total biaya persediaan minimumnya?
Jawab:
Jika diketahui bahwa:
D : jumlah total pemesanan per bulan : 1440 kg
C1: biaya pemesanan : Rp 6000
C2: biaya penyimpanan : Rp 300 per minggu = Rp 1200 per bulan
Jumlah yang harus di pesan :
Q = 
Q = 
Q = 120
jadi setiap kali memesan akan dipesan sebanyak 120 kg.
Dalam waktu satu bulan dilakukan pemesanan sebanyak:
D/Q = 1440/120 = 12 kali pemesanan.
Total biaya persediaan:
C = 
C = 
C = 144000
Jadi total biaya persediaan minimum: Rp 144000
Elastisitas persial
6.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut:
Qd = 16 – 0,4 P1 – 0,8 P2 + P3 + Y
Untuk P1 = 20, P2 = 10, P3 = 40, dan Y = 40
# carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya!
# carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya!
# carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya!
# bagaimana hubungan antara komoditi-komoditi tersebut? Jelaskan!
Jawab:
Qd1 = 16 – 0,4 P1 – 0,8 P2 + P3 + Y
Qd1 = 16 – 0,4(20) – 0,8(10) + 40 + 40
Qd1 = 80
Price elasticity of demand:
E Qd1P1 = 
Cross elasticity of demand
E Qd1P2 = 
E Qd1P3 = 
Income elasticity of demand
E Qd1Y = 
Hubungan antara komoditi 1 dan 2:
Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya negatif, maka hubumgan antara komoditi 1 dan komoditi 2 adalah subtitusi.
Hubungan antara komoditi 1 dan 3:
Karena Cross Elasticity of Demand hasilnya positif , maka hubungan antara komoditi 1 dan komoditi 3 adalah subtitusi.
Marginal Physical and Revenue Product of Labour and Capital
7. fungsi produksi : Q = 1/2K ½L = ½, dengan K = 4, L = 16
# hitunglah Marginal Physical Product of Labour!
# hitunglah Marginal Physical Product of Capital!
Jika fungsi pendapatan R = 2Q, maka
# hitunglah Marginal Physical Product of Labour!
# hitunglah Marginal Physical Product of Capital!
jawab:
fungsi produksi: Q = ½ K ½ L ½
Q = ½ 4 ½ 16 ½
Q = ½ . 8
Q = 4
Sehingga:
Marginal Physical Product of Labour (MPRL):
Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang
# untuk
setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan
penambahan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit; sebaliknya
# untuk
setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 2 orang akan menyebabkan
pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1 unit
Marginal Physical Product of Capital (MRPC):
Artinya : Pada tingkat investasi sebesar 4,
# untuk
setiap penambahan kapital sebanyak 1 akan menyebabkan penambahan jumlah
barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit; sebaliknya
# untuk setiap pengurangan kapital sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan jumlah barang yang diproduksi sebanyak 1/8 unit
jika fungsi pendapatan: R = 2Q sehingga
′ Marginal Revenue: 
Mencari Marginal Revenue Product of Labour (MRPL):
Jadi Marginal Revenue Product of Labour (MRPL)=1
Artinya: Pada tingkat tenaga kerja berjumlah 16 orang,
# untuk setiap penambahan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1; sebaliknya
# untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 1 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1.
Mencari Marginal Revenue Product of Capital (MRPC):
Jadi Marginal Revenue Product of Capital (MRPC)=1/4
Artinya: Pada tingkat investasi berjumlah 4 orang,
# untuk setiap penambahan investasi sebanyak 4 orang akan menyebabkan penambahan pendapatan sebanyak 1; sebaliknya
# untuk setiap pengurangan tenaga kerja sebanyak 4 orang akan menyebabkan pengurangan pendapatan sebanyak 1.
Minimasi Biaya dari Dua Produk
8. Fungsi biaya dari perusahaan yang menghasilkan dua produk sebagai berikut:
Biaya = 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2
# Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi agar dapat diperoleh biaya minimum?
# Berapakah biaya minimum yang diperoleh?
Jawab:
Fungsi Biayanya: 12 Q12 + 4Q2 2 – 8 Q1 – 16 Q2
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi biaya:
Biaya1 = 24 Q1 – 8 = 0, maka Q1=3
Biaya2 = 8 Q2 – 16 = 0, maka Q2=2
Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya:
Biaya11= 24 , Biaya12= 0 , Biaya21= 0 , Biaya22= 8
Matriks Hessiannya : H= 
Matriks pertamanya : D1 = 
Matriks keduanya : D2 = H= 
= (24) (8) - (0) (0)
= 192 - 0
= 192 > 0
Karena D1> 0 dan D2> 0, maka definit positif, menjamin biaya minimum.
Jadi
perusahaan sebaiknya memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk
kedua sebanyak 2 agar berproduksi pada tingkat biaya minimum.
Biaya minimumnya: Biaya = 12 Q12 + 4Q22- 8Q 1+ 16Q2
Biaya = 12 (3)2 + 4(2)2- 8(3) +16(2)
Biaya = 12.9 + 4.4 - 24-32
Biaya = 68
Dengan memproduksi produk pertama sebanyak 3 dan produk kedua sebanyak 2 maka akan berproduksi pada biaya minimum sebesar 68.
Maksimasi Laba/Keuntungan dari dua produk
9. Fungsi Laba diberikan Laba = - 4Q12 - 2Q22 + 32Q1+12Q2
Berapakah jumlah produk 1 dan produk 2 yang harus diproduksi dan dijual sehingga dapat diperoleh laba maksimum?
Berapakah laba maksimum yang diperoleh?
Jawab:
Fungsi Labanya : - 4Q12 - 2Q22 + 32Q1+12Q2
Langkah pertama ialah mencari turunan pertama fungsi laba:
Laba1 = - 8Q1 + 32 = 0 makaQ1 = 4
Laba2 = - 4Q2 +12 = 0 makaQ2 = 3
Langkah kedua adalah mencari turunan keduanya:
Laba11= - 8 , laba12= 0 , laba21= 0 , laba22= - 4
Matriks Hessiannya: H= 
Matriks pertamanya: D1 = 
Matriks keduanya : D2 = H= 
= (-8) (-4) – (0) (0)
= 32 > 0
Karena D1 < 0 dan D2 > 0, maka definit negatif, menjamin laba maksimum.
Jadi sebaiknya di produksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 agar diperoleh laba maksimum.
Laba maksimumnya: Laba = - 4Q12 - 2Q22 + 32Q1 + 12Q2
Laba = - 4(4)2-2(3)22+ 32(4) +12(3)
Laba = - 4.16 - 2.9 + 32.4 + 12.3
Laba = 82
Dengan memproduksikan produk pertama sebanyak 4 dan produk kedua sebanyak 3 maka akan diperoleh laba maksimum sebesar 82.
SELESAIKANLAH SOAL-SOAL LATIHAN DIBAWAH INI
1. fungsi permintaan suatu komoditi diberikan sebagai berikut :
Qd2 = 5200 + 4P1 – 3P2 – 8P3 + 0,25 Y
Untuk P1 = 200, P2 = 100, P3 = 500 dan Y = 5000
# carilah Price Elasticity of Demand dan jenisnya!
# carilah Cross Eelasticity of Demand dan jenisnya!
# carilah Income Elasticity of Demand dan jenisnya!
# bagaimana hubungan antara komoditi - komoditi tersebut? Jelaskan!
2.total pendapatan dan total biaya diberikan sebagai berikut:
R = 221Q + 5100 – 2Q2 dan C = 125Q + 4100
# berapakah tarif pajak yang sebaiknya dikenakan pemerintah kepada pengusaha agar pemerintah memperoleh total pajak maksimum?
# berapakah
jumlah produk yang harus diproduksi dan dijual oleh perusahaan tersebut
sehingga diperoleh laba maksimum setelah mempertimbangkan masalah
pejak?
# berapakah total pajak maksimum yang diperoleh pemerintah ?
# berapakh laba maksimum yang diperoleh perusahaan tersebut?
3.fungsi produksi: Q = 0,5 K2 + 2KL + L2,
dengan K = 20 L = 40
# hitunglah Marginal Physical Product of Labour!
# hitunglah Marginal Physical Product of Capital!
Jika fungsi pendapatan R = 3Q, maka
# hitunglah Marginal Physical Product of Labour!
# hitunglah Marginal Physical Product of Capital!
4.diberikan fungsi total biaya suatu perusahaan sebagai berikut:
TC = 6Q12- 3Q1 Q2 + 12Q2 – 24 Q1 – 10 Q2
# Pada tingkat output (Q1 dan Q2) berapakah yang akan membuat perusahaan memperoleh total biaya minimum!
# Berapakah total biaya minimum tersebut?
5.fungsi permintaan suatu komoditi diberikan pada gambar dibawah ini .
carilah nilai dan jenis elastisitas di masing-masing titik!
Q
(P1,Q1) = (12,9)
(P2,Q2) = (24,6)
(P3,Q3) = (36,3)
0 48 P










0 komentar:
Posting Komentar